Ridha adalah ketenteeraman hati kepada Sang Maha Bijaksana, dan menyisihkan pilihan sendiri disertai kepasrahan. Tidak ada sesuatu yang lebih berat atas nafsu diri daripada keridhaan menerima qadha, sebab keridhaan menerima qadha bertentangan dengan nafsu diri (an-nafs) dan hawa nafsu (al-hawa). Maka beruntunglah hamba yang lebih mengutamakan ridha Allah di atas kepuasan (keridhaan) pribadinya…